(Halaman 32)
Saat panen jagung, semua warga turun tangan. Ada yang bertugas memanen, mengumpulkan jagung hingga memipil biji jagung. Tanda-tanda jagung siap panen ketika daun jagung menguning dan bagian tongkolnya mengeras.
Fauzi dan kakaknya paling senang bagian memanen jagung. Caranya gampang, tongkol jagung dipuntir ke sampiruang lalu ditarik agar lepas dari batangnya. Setelah dipanen, jagung harus dikeringkan agar kadar airnya berkurang dan bisa dimanfaatkan untuk berbagai hal.
Masyarakat berbahagia karena tahun ini panen berhasil! Bapak pun berencana menjual hasil panennya tak hanya lewat tengkulak, tapi juga ia mencoba jualan live di media sosial. Panen selesai, waktunya tiba untuk mengeringkan jagung-jagung hasil panen. Butuh beberapa hari untuk mengeringkan jagung dengan menjemurnya, tergantung cuaca ya. Saat itu, warga desa Siraman banyak berdoa semoga cuaca terik agar jagung cepat kering.
Syukurlah, tahun ini cuaca bersahabat. Panas terik melanda Gunungkidul dan disambut sukacita. Tibalah waktunya untuk merontokkan biji jagung! Anak-anak dan orang dewasa mulai meringis. Waktunya tangan lecet-lecet! Huhu.
(Halaman 33)
Tapi, tahun ini tak terjadi lagi. Alat perontok jagung karya Fauzi dan Marwan dibantu Kakek sangat berjasa. Alat perontok jagung berhasil memipil jagung-jagung lebih banyak dan cepat! Petani lain pun kagum dan bergantian meminjam alat perontok jagung untuk merontokkan hasil panen mereka. Desa Siraman berseri-seri berkat para penemu cilik.
Ibu tak kalah bahagia dan bangga. Kini, ia bisa membuat criping pisang dan ketela lebih mudah dan cepat berkat alat perontok karya anak-anaknya. Ia bisa memproduksi keripik lebih cepat dan hemat tenaga. Ibu punya waktu istirahat lebih banyak sekarang.
"Bapak, hasil panennya kan melimpah. Jangan lupa janjinya ya, tambahin uang laptop!" bisik Fauzi.
Bapak terkekeh, "Siap Prof, minggu depan kita ke kota ya beli laptop!"
"Matur nuwun, Pak!" Fauzi menghambur memeluk bapak. Marwan tersenyum-senyum di belakangnya.
"Kita berhasil, Mas!"
"Terus, aku dapat apa?"
"Aku belikan kamu buku-buku sejarah dan sains deh! Ori!"
"Asyik!"
Semuanya tertawa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar